Jumat, 11 Maret 2011

Ngapurancang

Ngapurancang adalah sikap berdiri dimana tangan berada di bawah pusar, kaki direnggangkan, sikap santai disertai rasa hormat. Jika tangan yang di bawah pusar tadi tangan kanannya dipegang dengan tangan kiri maka disebut "ngapurancang", tetapi jika tangan kiri yang dipegang dengan tangan kanan disebut "sedakep".

Berdiri ngapurancang adalah sebuah sikap yang ajaib. Jika kita berhadapan dengan orang-orang terhormat, lebih-lebih saat berpidato di depan umum, mungkin sekali akan mengalami grogi atau demam panggung. Tetapi dengan berdiri ngapurancang yang benar, secara ajaib grogi itu bisa banyak berkurang, rasa percaya diri bisa muncul, dan melalui berdiri ngapurancang pula kita bisa bersikap takzim (hormat) secara tulus kepada siapa yang kita mau.

Berdiri ngapurancang merupakan sikap standby yang efektif. Saat melakukannya, kedua kaki direnggangkan sedikit dengan beban seimbang, jika tidak imbang biasanya grogi mudah datang, karenanya jika di depan umum groginya muncul coba saja dicek kakinya sudah imbang belum, jika masih grogi juga coba dicek tangan kanannya sudah dibawah pusar dipegang dengan tangan kiri apa belum. Jika masih grogi juga ? Kali aja memang punya sifat "wedi uwong".
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 engkang sampun komentar:

Poskan Komentar