Rabu, 26 Agustus 2015

#Salam14000

Menjawab sebuah posting yang bernada membodohkan seolah kita yang menyalahkan presiden atas terpuruknya rupiah ini hanya asal njeplak tanpa berpikir dan tidak membaca dengan cermat situasi yang ada.

Orang bodoh diwajibkan husnudzon karena dianggap tidak berpendidikan. Sedangkan mereka yang katanya pintar sudah siap menjawab dengan ribuan alasan berdasarkan data dengan sumber yang valid.

Kemudian kita yang melihat dengan mata telanjang, 'nyawang barang seng ketok moto ini' dianjurkan melihat dengan cara lain agar apa yang jelas kita lihat ini tampak berbeda.

Mereka yang butuh pembenaran melarang kita menyalahkan, menyuruh kita diam, dan mengklaim kita kurang wawasan serta menganjurkan kita introspeksi diri sebelum berbicara.

Okelah kita anggap mereka tidak salah, lalu siapa yang salah? ternyata mereka sudah menyiapkan kambing hitam yang sudah poel giginya siap untuk di kurbankan.

#Salam14000

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

2 engkang sampun komentar:

  1. Dan yang bikin saya prihatin, kok orang-orang sekarang pada sibuk ngurusin dollar? memang belanjanya pada pake dollar? Padahal sevel dan mal mal aja masih rame....

    Mungkin ini semua gegara presidennya Jokowi, yang bukan anak jendral, bukan petinggi partai, bukan orang superkaya, bukan priyayi, bukan anak ulama?

    BalasHapus